Sabtu, 19 Maret 2011

PENYEBAB KEBAKARAN KARENA LISTRIK

Ada 4 kemungkinan penyebab terjadinya kebakaran, yaitu:
a. Karena kejadian yang tidak disengaja.
b. Kejadian yang alami (natural caused).
c. Kejadian yang disengaja.
d. Adanya arus harmonik yang besar.
Kebakaran dapat terjadi jika terpenuhi adanya tiga unsur :
1. Bahan-bahan yang mudah terbakar.
2. Energi yang menghasilkan suatu sumber panas dengan daya yang cukup dan waktu kejadian yang cukup lama.

3. Adanya gas oksigen yang cukup jumlahnya.

Bila tiga unsur di atas tidak lengkap, maka persyaratan terjadinya kebakaran tidak dapat dipenuhinya. Dari teori ini, kebakaran karena listrik semata tidak mungkin terjadi, tetapi listrik sebagai salah satu unsur pemicu terjadinya percikan api awal sangat dimungkinkan. Proses terjadinya energi panas karena listrik dapat terjadi dari beberapa sebab, yaitu:
a. Hubung Singkat Langsung (Dead Short Circuits)
b. Hubung Singkat Tak langsung (Limited Short Circuit)
c. Pembebanan & pemanasan lebih (Overloaded & Over heating Circuit)
d. Arus Bocor (Leakage Current
e. Penyambungan dan pemutusan aliran listrik (Electrical Contacts & spark)

a. Hubung Singkat Langsung (Dead Short Circuits).
Hubung Singkat Langsung adalah hubung singkat yang terjadi antara hantaran fasa dengan hantaran netral secara langsung. Kejadian ini umumnya berlangsung sangat singkat karena pengaman (fuse /MCB) bekerja dengan cepa sehingga tidak menimbulkan panas yang berlebihan. Persolan akan muncul jika kapasitas pengamannya tidak sesuai (terlalu besar), maka penghantar akan mengalami pemanasan berlebihan yang dapat memicu terjadinya kebakaran awal.
b. Hubung Singkat Tak langsung (Limited Short Circuit)
Hubung Singkat Tak langsung adalah hubung singkat yang terjadi karena adanya material yang menghubungkan hantaran fasa dan hantaran netral sehingga arus hubung singkatnya belum mengaktifkan pengaman untuk bekerja. Oleh sebab itu percikan (Spark) atau loncatan api (Flash) yang terjadi berlangsung lama. Kejadian ini disusul terjadinya proses pemanasan berkelanjutan sehingga terjadi api (self-sustaining exothermic oxidation reaction or fire).
c. Pembebanan & pemanasan lebih (Overloaded & Over heating Circuit)
Pembebanan lebih adalah kejadian dimana suatu rangkaian dibebani arus cukup besar melebihi kemampuan hantaran arus (KHA). Pemanasan lebih adalah kejadian dimana suatu rangkaian dibebani arus tidak melebihi kemampuan hantaran arus (KHA) tetapi mengalami pemanasan melebihi batas yang diijinkan. Hal ini bisa terjadi disebabkan oleh:
a. Pengaman cabang atau induk kapasitasnya melebihi besaran standar.
b. Adanya arus harmonik yang besar.
c. Sistem instalasi yang tidak benar.
Meskipun kabel didesain cukup, tetapi karena lokasi sirkuit yang tidak memenuhi syarat dapat memicu terjadinya panas yang berlebihan (excess heat) yang bisa menyebabkan timbulnya api pemicu kebakaran awal. Sebagai contoh, kabel rol yang dibentang diatas lantai kemudian ditutup karpet. Karena ditutup karpet, panas yang terjadi akan berakumulasi sehingga isolasi rusak. Kabel rol, terdiri dari kabel serabut, karena panas yang berlebihan akhirnya satu persatu serabutnya putus dan pada kondisi tertentu akan terjadi ”spark dan flashing” sehingga terjadi api kebakaran awal yang mengenai karpet dan api semakin membesar.
d. Arus Bocor (Leakage Current)
Arus bocor terjadi jika ada degradasi kualitas isolasi dari komponen instalasi, misalnya kerusakan isolasi kabel. Sebagai contoh, misalnya kabel terkelupas kemudian terkena air, maka air akan mengalirkan arus listrik yang menimbulkan panas. Karena kontaminasi diudara bermacam-macam (garam) maka pada titik bocor tersebut akan terjadinlintasan panas (api).
e. Penyambungan dan pemutusan aliranlistrik (Electrical Contacts & spark)
Penyambungan dan pemutusan aliran listrik (menyalaan lampu) dapat menimbulkan percikan api jika saklar kurang baik dan under capacity. Jika saklar tersebut berada pada ruangan yang mengandung gas yang mudah terbakar, maka selama lampu menyala, saklar akan mengalami sparking, selanjutnya apabila gas elpiji di dapur mengalami kebocoran bisa menimbulkan kebakaran. Demikian juga spark dan flashing dapat terjadi pada sambungan sambungan kabel instalasi.

CARA UNTUK MENGHINDARI AGAR TIDAK TERJADI KEBAKARAN AKIBAT LISTRIK

Kebakaran bisa timbul oleh 3 hal, yaitu Bahan yang mudah terbakar, Oksigen, Panas. kebakaran akibat hubungan pendek arus listrik biasanya diawali dengan percikan api yang timbulkan oleh gesekan akibat arus listrik. percikan api tersebut bisa menjadi sebuah ledakan kecil maupun yang besar. akibat dari percikan/ledakan tersebut maka api mulai menyulut ke barang-barang yang mudah terbakar di daerah sekitar sumber percikan. bahan-bahan tersebut seperti kertas, kain, kayu, kardus, minyak tanah, bensin, ataupun gas LPG. Pembesaran api terjadi karena udara yang semakin panas dan juga didukung adanya bahan-bahan yang mudah terbakar itu.
Untuk menghindari agar tidak terjadi kebakaran akibat listrik ada beberapa ccara yang harus dilakukan seperti :
• Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik karena beban arus semakin besar
• Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.
• Kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka. Rawatlah dengan menggunakan selotip hitam (khusus kabel)
• Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik dari jangkauan anak-anak dan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti yang sudah disebutkan diatas.
• Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) / LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN). Agak sedikit mahal yang panting aman dan awet
• Pangkaslah pepohonan yang ada di halaman rumah jika sudah mendekati atau menyentuh jaringan kabel listrik.
• Hindari pemasangan antene televisi terlalu tinggi sehingga bisa mendekati atau menyentuh jaringan listrik.
• Gunakan listrik yang memang haknya, jangan mencoba mencantol (mencuri) listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah. Selain dosa itu juga berbahaya.
• Biasakan bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik. Jangan mencolokan/mencabut arus listrik saat tangan Anda basah (air bersifat konduktor)
• Rawatlah kabel-kabel listrik di tempat Anda, apabila sudah sobek pelapisnya maka jangan sungkan untuk menggantinya atau menambalnya dengan selotip hitam
• Cabut kabel listrik Anda jika cuaca sedang hujan disertai petir dan juga cabut apabila Anda ingin bepergian.
• Jangan biarkan alat elektronik dalam keadaan stand by apabila Anda sedang diluar rumah.
• Jangan letakan benda berisi cairan (gelas/akuarium) diatas alat elektronik Anda.
• Jangan mengelap layar monitor/ TV anda dengan lap yang basah saat sedang menyala
Apabila semua sudah terjadi, maka jangan panik. Tetap tenang untuk mencoba memadamkan api tersebut menggunakan apar, karung goni/handuk basah, jauhkan barang-barang yang mudah terbakar, jauhkan gas/minyak tanah, matikan sekering listrik, hubungi tetangga dan panggil petugas pemadam kebakaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar