Rabu, 07 Desember 2011

FUNGSI PERALATAN JARINGAN DISTRIBUSI

I. Umum

Fuse cut out dalam hal ini adalah pengaman lebur yang ditempatkan pada sisi TR trafo yang gunanya untuk mengamankan trafo terhadap hubungan singkat sisi TR, sampai ujung jaringan TR. Besarnya sekering yang terpasang adalah sesuai dengan arus nominal beban yang dibutuhkan pada tiap-tiap jurusan, maka besarnya sekering adalah sesuai dengan arus nominal trafo terpasang.

Cut out adalah pengaman lebur yang ditempatkan pada sisi TM yang gunanya untuk mengamankan jaringan TM dan peralatan kearah GI terhadap hubungan singkat di trafo, atau sisi TM sebelum trafo tetapi sesudah cut out. Untuk menentukan besarnya cut out yang harus dipasang, maka harus diketahui arus nominal trafo pada sisi TM, sedangkan besarnya cut out harus lebih besar dari arus nominal trafo sisi TM.

II. Klasifikasi Fuse (Pengaman Lebur)

Cut out pelebur distribusi, dan mempunyai sifat:
Kekuatan isolasinya berada pada tingkat distribusi, Terutama digunakan dalam rangkaian distribusi . Konstruksi mekanis disesuaikan untuk dipasang diatas tiang. Batas tegangan operasinya berhubungan dengan tegangan sistem distribusinya. Cut out distribusi mempunyai penyangga yang bersifat menyekat dan memegang pelebur, yang dilapisi dengan bahan organik. Pemutusan karena arus lebih, akan terjadi pada pemegang-pemegang oleh aksi ionisasi dari gas yang dihasilkan oleh lapisan bahan organik sewaktu terkena busur panas api yang timbul karena mencairnya sambungan pelebur.

Dalam jaringan distribusi ada beberapa tipe cut out pelebur, yaitu :
- Cut out pelebur tipe plug
- Cut out pelebur tipe pintu
- Cut out pelebur tipe terbuka

III. Pengaman Lebur Tenaga Mempunyai Sifat-Sifat Sebagai Berikut

Kekuatan isolasi berada pada tingkatan tenaga . Digunakan terutama pada gardu induk dan distribusi. Konstruksi mekanis di sesuaikan dengan pemasangan dalam gardu. Tegangan kerjanya sesuai dengan di gardu dan tegangan sistem transmisinya

Pengaman lebur tenaga mempunyai rating tegangan, arus beban dan rating arus pemutus yang lebih tinggi daripada cut out pelebur di sisi busi. Ada dua jenis pengaman lebur tenaga, yaitu :
- Tipe ekspulsi, pemutusan arus lebih lewat arus diionisasi dari gas, seperti pada cut out pelebur distribusi
- Tipe pembatas arus, pemutusan arus lebih terjadi pada waktu busur api yang timbul karena melelehnya elemen lebur dikalahkan oleh pembatas mekanis dan aksi pendinginan dari pengisian pasir disekitar elemen lebur

IV. Rating Pengaman Lebur
Pengaman lebur mempunyai rating arus, rating tegangan dan rating pemutus, didalam pemakaiannya hal tersebut perlu sekali diperhatikan.
Rating arus Adalah besarnya arus searah atau arus bolak-balik maksimum dalam Ampere pada rating frekuensi yang mengalir tanpa menimbulkan kenaikan suhu yang melampaui batas. Rating tegangan Adalah tegangan searah atau bolak-balik yang mana pengaman lebur direncanakan untuk beroperasi. Rating pemutus
Adalah arus hubung singkat maksimum yang ditunjuk pada tegangan rated yang dapat memutus pelebur dengan aman.

V. Karakteristik Pengaman Lebur
Pelebur atau fuse mempunyai dua karakteristik (kurva karakteristik terlampir), yaitu:
Karakteristik pengaman, yaitu hubungan antara arus hubung singkat simetri atau asimetri dengan arus pemutusan pelebur (arus cut out)
Karakteristik pencairan (melting) dan pemutusan (clearing), yaitu hubungan antara arus gangguan dengan waktu mulai mencair dan pemutusan fuse. Untuk ini ada dua kurva yaitu maksimum clearing time dan minimum melting time

VI. Penggunaan Pengaman Lebur
Tugas pokok peralatan pelindung lebih pada tegangan menengah adalah mendeteksi adanya gangguan dalam rangkaian dan memutus arus lebih pada harga rating pemutusnya.
download disini untuk fungsi peralatan jaringan distribusi yang lebih lengkap.
klik skip atau lewati untuk download



Tidak ada komentar:

Posting Komentar